Saat sahur, Asrama Mahasiswi Jadi Tempat Kumpul Kebo
Ironis, Jika mahasiswa / mahasiswi memiliki akhlak yang rendah. Masyarakat kampus dianggap dewasa dan intelek, namun itu belum cukup jaminan mereka punya akhlaq baik. Buktinya, Bulan ramadhan bukannya dipakai untuk menebar dan menyuburkan ibadah, tapi justru dipakai maksiyat. Beberapa waktu lalu, polisi di makasar telah menggrebek aksi mesum para mahasiswa/i saat menjelang sahur. Tragisnya, itu dilakukan di asrama mahasiswi. Lho kok ?
lihat videonya disini
Boleh jadi hal itu hanya merupakan potret kecil kehidupan mahasiwa sekarang. na’zudu billah. Kalau emang sudah kondisi begitu siapa pihak yang mau bertanggung jawab ? Kampus , pemerintah, or masyarakat ? pasti semua akan lepas tangan kan ? mungkin itulah nasib bangsa kasihan seperti kita ini. Sampai kapan ya ini bisa usai ? Semoga Allah memberi petunjuk buat kita semua.
Bagaimana menurut Anda ?
Tagged with: kumpul kebo • Mahasiswa
Filed under: kampus
Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!



Akibat paham sekulerisme, budaya liberalisme dan sikap permisivisme membuat segala kemaksiatan dan perilaku dosa tumbuh subur dan makmur di negeri jutaan santri ini.
@ M Gie. betul tuh. memang perlu pembenahan total. jika tidak, salah2 generasi nanti bisa malah lebih parah. trims dah mampir.
dunia sudah mau kiamat, orang orang tanpa memikirkan dosa dan tuhannya diabaikan… main crot sana sini. nggak punya malu. pada jadi hewan semua. bukan manusia. hawa nafsu yang digedein… kamu mau selamat dunia akhirat tegakkan hukum allah. al-qur’an. yang zina dirazam dicambuk yang mencuri di potong tangan dan kaki. sehingga manusia takut dan tidak berani melakukan hal seperti itu..nggak percaya. itusudah diterapkan oleh nabi muhamad di madinah tapi kata orang2 itu zaman dahulu. padahal al-qur’an ituberlaku hingga sekarang.berarti sekarangpun bisa di tetap al-qur’an sebagai undang-undang. insya allah nggak ada orang berzina mencuri dll. tapi kebanyakan manusia dholim dan fasik tidakmau mengikuti perintah allah.
Rasanya melihat kejadian itu memang tak cukup hanya dengan bilang “sabar”. Jika benteng individu jebol, mestinya masyarakat dan pemerintah yg jadi benteng untuk mnjaga agar tak makin parah para individu yang ada. namun, saat ini mash risau , krn pemerintah dan masyarakatpun spt ini….